728 x 90

KPU KABUPATEN MOJOKERTO MELAKSANAKAN EVALUASI PENCALONAN DPRD PADA PEMILU 2019

KPU KABUPATEN MOJOKERTO MELAKSANAKAN EVALUASI PENCALONAN DPRD PADA PEMILU 2019
KPU KABUPATEN MOJOKERTO MELAKSANAKAN EVALUASI PENCALONAN DPRD PADA PEMILU 2019

Evaluasi pencalonan anggota DPRD pada Pemilu tahun 2019 dilaksanakan pada rabu (27/11) siang. Bertempat di Gedung Pemilu, acara dihadiri oleh Stakeholder, Bawaslu serta peserta Pemilu tahun 2019. Acara tersebut merupakan rangkaian dari 3 tahapan yang sudah dilaksanakan oleh KPU. Persiapan seperti Bimtek dan sosialisasi, kemudian Pelaksanaan yakni pendaftaran dan verifikasi sudah dilaksanakan oleh KPU sebagaimana yang diatur dalam UU nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum.

Menginjak rangkaian terakhir, yakni evaluasi, KPU sebisa mungkin menganalisa segala persoalan yang berkaitan dengan tahapan pencalonan tersebut. Tujuan secara kongkrit dalam pertemuan tersebut adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan tahapan pencalonan pemilu tahun 2019 serta diharapakan mampu mengetahui tingkat efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tahapan pencalonan Pemilu 2019.

Achmad Arif, komisioner KPU bidang Teknis penyelenggara memaparkan materi terkait dengan evaluasi tahapan pencalonan tersebut. Dalam materi tersebut dijelaskan dengan gamblang mulai dari proses awal persyaratan, formulir, persiapan sampai pelaksanaan.

“evaluasi tahapan pencalonan ini merupakan sebuah sarana untuk kita berdialog serta membangun rasa saling percaya yang kemudian mampu diimplementasikan untuk melahirkan sebuah konklusi agar di penyelenggaraan pilkada nanti kita dapat meminimalisir kesalahan”,ujar beliau.

Forum juga sempat diwarnai berbagai pernyataan soal batas waktu pengumpulan berkas oleh partai politik. Perwakilan dari kepolisian menyampaikan bahwa implikasi dari terlambatnya penyampaian berkas dapat menimbulkan kekacauan baik antar peserta maupun dengan penyelenggara.

Senada dengan pernyataan perwakilan dari kepolisian, Bawaslu menganggap bahwa fenomena tersebut memang sudah menjadi budaya di peserta pemilu, bawaslu juga menilai bahwa fenomena tersebut merupakan ketidaksiapan peserta pemilu dalam menjalankan komitmen bersama baik penyelenggara maupun pengawasnya. Namun, meski kritik itu disampaikan dengan tajam, acara evaluasi tersebut tetap berjalan dengan kondusif.

Admin
Admin
EDITOR

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked with *


0 Komentar

?>