728 x 90

FGD JINGLE DAN MASKOT, KPU KABUPATEN MOJOKERTO MENUAI BANYAK MASUKAN

FGD JINGLE DAN MASKOT, KPU KABUPATEN MOJOKERTO MENUAI BANYAK MASUKAN
FGD JINGLE DAN MASKOT, KPU KABUPATEN MOJOKERTO MENUAI BANYAK MASUKAN

Komisi pemilihan Umum kabupaten Mojokerto menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada senin (30/12) pagi. Bertempat di Media Center, KPU kabupaten Mojokerto mengundang Budayawan, sejarawan, pemerhati seni, wartawan dan musisi lokal Mojokerto guna menemukan sebuah rekomendasi yang bersifat konstruktif untuk jingle dan maskot pada Pilkada 2020.

Forum tersebut dibuka oleh Ketua KPU kabupaten Mojokerto, Muslim Bukhori, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa tujuan dari FGD tersebut adalah untuk memaksimalkan ide serta wawasan untuk lomba maskot dan jingle nanti.
Acara tersebut dipandu langsung oleh Jainul Arifin, Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto divisi Sosdiklih Parmas dan SDM. Jainul Arifin memaparkan beberapa hal terkait dengan pertemuan tersebut.

“Tujuan utama dari Sayembara pembuatan Maskot dan Jingle adalah dalam upaya melakukan proses komunikasi, memberikan pengetahuan, melakukan persetujuan, memotivasi keinginan, melakukan praktik, serta mengajak orang lain untuk menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto Tahun 2020”, ujar pria asal Ngoro tersebut.

Setelah menyampaikan materi, tanggapan dari peserta cukup banyak, salah satunya dari Ayuhanafiq, Sejarawan Mojokerto yang menyampaikan bahwa untuk maskot kalau bisa tidak menggunakan ilustrasi Manusia guna mengindari persepsi gender dan simbol-simbol tertentu.

Senada dengan Ayuhanafiq, Edy Karya, seniman Mojokerto juga sepakat atas apa yang dikatakan olehnya. Beliau juga menambahkan bahwa seharusnya maskot pilkada nanti punya kesan benda dan bukan manusia.

Tak hanya soal Maskot, proses komunikasi juga terjadi di jingle untuk Pilkada 2020 nanti. Salah satu musisi Mojokerto merespon dengan baik akan diadakannya FGD tersebut. Dalam masukan yang disampaiakan ke KPU adalah terkait dengan rentang waktu proses kreatif mencipta lagu dan juga teknis rekaman serta mastering yang membutuhkan waktu Panjang.

Akhir acara, Jainul Arifin mengucapkan terima kasih serta apresiasinya untuk ikut menyemarakkan pesta demokrasi lokal tersebut. Beliau juga akan mengundang semua pihak yang terlibat untuk ikut langsung pada Launching Pemilihan bupati dan wakil bupati Mojokerto pada bulan Maret 2020 mendatang.

Andre Widha
Andre Widha
EDITOR

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked with *


0 Komentar

?>